Bedah dan Uji Publik Kurikulum S1 Bisnis Digital UBHM, Perkuat Technopreneurial Mindset dan Kesiapan Lulusan Menghadapi Industri Masa Depan

Madiun, Universitas Bhakti Hasta Mulia – Program Studi S1 Bisnis Digital Universitas Bhakti Hasta Mulia (UBHM) Madiun melaksanakan kegiatan “Bedah Kurikulum dan Uji Publik Kurikulum S1 Bisnis Digital Universitas Bhakti Hasta Mulia Madiun” sebagai bagian dari proses penyelarasan dan penyempurnaan kurikulum agar semakin relevan dengan perkembangan teknologi, kebutuhan dunia industri, serta arah pengembangan Universitas dan Fakultas Sosial Humaniora. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Tim Bedah Kurikulum Program Studi S1 Bisnis Digital UBHM dengan menghadirkan Dr. Hujjatullah Fazlurrahman, S.E., MBA. sebagai narasumber.
Kegiatan bedah kurikulum menjadi ruang strategis bagi Program Studi S1 Bisnis Digital untuk meninjau kembali arah pendidikan dan kompetensi lulusan yang ingin dibentuk. Dalam prosesnya, Program Studi menyelaraskan visi program studi dengan keunggulan utama UBHM Madiun dan Fakultas Sosial Humaniora, yaitu Technopreneurship. Konsep tersebut tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan lulusan untuk menjadi pengusaha atau pendiri startup, tetapi lebih luas diarahkan pada pembentukan Technopreneurial Mindset, yaitu pola pikir yang inovatif, adaptif, berbasis data, serta mampu memanfaatkan teknologi dalam menyelesaikan persoalan dan menciptakan nilai.
Salah satu pembahasan kritis yang muncul dalam diskusi adalah mengenai keberhasilan visi program studi apabila lulusan tidak seluruhnya menjadi pengusaha atau startup founder. Dalam pembahasan tersebut ditegaskan bahwa keberhasilan visi Technopreneurship tidak semata-mata diukur dari jumlah lulusan yang mendirikan usaha. Lulusan yang membangun startup dapat menjadi Direct Technopreneur, sementara lulusan yang bekerja secara profesional di industri dan mampu membawa pola pikir inovatif, berbasis teknologi, dan berorientasi pada pemecahan masalah dapat menjadi Corporate Technopreneur maupun spesialis di bidang digital. Dengan demikian, kedua jalur tersebut merupakan bentuk implementasi dari visi program studi.
Arah pengembangan kurikulum juga dirancang untuk menjawab kebutuhan jangka panjang, khususnya menghadapi transformasi industri pada periode 2027–2040 yang semakin dipengaruhi oleh perkembangan Artificial Intelligence (AI), Big Data, dan Sustainability. Kurikulum S1 Bisnis Digital dirancang dengan pendekatan perpaduan antara 50% ilmu Manajemen dan 50% Teknologi Informasi, dengan total beban studi yang dirancang melampaui 144 SKS. Komposisi tersebut diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya memahami aspek bisnis dan manajemen, tetapi juga memiliki kemampuan teknologi yang cukup untuk beradaptasi dengan perkembangan industri digital.
Dalam proses bedah kurikulum, sejumlah mata kuliah juga ditata ulang dan dikembangkan untuk memperkuat kompetensi lulusan. Beberapa di antaranya meliputi AI Marketing, Platform Economy, Startup Ecosystem, Business Analytics, Product Management, dan Design Thinking. Perubahan tidak hanya dilakukan pada struktur mata kuliah, tetapi juga pada pendekatan pembelajaran. Proses pembelajaran diarahkan untuk mengurangi dominasi teori pasif dan seminar serta memperbanyak Project-Based Learning (PBL). Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan lebih banyak belajar melalui penyelesaian permasalahan nyata, pengembangan produk, proyek bisnis, dan penerapan teknologi.
Selain sesi bedah kurikulum, kegiatan dilanjutkan dengan Uji Publik Kurikulum yang menghadirkan berbagai pihak eksternal untuk memberikan kritik, masukan, dan perspektif terhadap rancangan kurikulum yang telah disusun. Uji publik melibatkan BPS Kota Madiun, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Magetan, Relawan TIK Kabupaten Magetan, PT Sahada Laku Utama, PT Varian Media Citra, serta Komunitas Temu Karya Creative and IT.
Keterlibatan berbagai stakeholder tersebut memberikan masukan yang beragam dan memperkaya proses penyempurnaan kurikulum. BPS Kota Madiun menekankan pentingnya penguatan statistical thinking pada mahasiswa, termasuk pemahaman mengenai kualitas data, logika data fetching, hingga kemampuan melakukan data scraping dan crawling dengan menggunakan data riil. Masukan tersebut menjadi penting agar mahasiswa tidak hanya mampu menggunakan data, tetapi juga memahami bagaimana data diperoleh, dinilai kualitasnya, serta dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan bisnis.
Sementara itu, Kominfo Kabupaten Magetan dan Relawan TIK Kabupaten Magetan memberikan perhatian terhadap penguatan soft skill mahasiswa, khususnya kemampuan komunikasi dan presentasi dalam menyampaikan hasil proyek. Selain itu, mahasiswa dinilai perlu memiliki pemahaman mengenai logika coding dasar serta etika dan batasan dalam penggunaan Artificial Intelligence. Penggunaan AI diharapkan menjadi alat bantu yang mendukung proses pembelajaran dan pekerjaan, bukan menyebabkan ketergantungan. Masukan lainnya adalah agar penilaian kegiatan magang lebih diarahkan pada pencapaian dan hasil proyek nyata yang dikerjakan mahasiswa selama berada di dunia kerja.
Dari sisi industri, PT Sahada Laku Utama menyampaikan kondisi bahwa dunia industri saat ini masih menghadapi tantangan dalam memperoleh sumber daya manusia yang benar-benar ready-to-use. Oleh karena itu, mahasiswa S1 Bisnis Digital perlu mendapatkan pembekalan berbagai tools praktis yang banyak digunakan di dunia kerja, seperti Google Ads, Meta Ads, SEO, dan AI for Business. Industri juga mendorong mahasiswa untuk memiliki sertifikasi yang relevan, salah satunya Meta Blueprint, sebagai bukti kompetensi tambahan. Selain itu, muncul pula gagasan untuk membuka alternatif penyelesaian studi tanpa skripsi yang dapat digantikan dengan proyek bisnis nyata, sehingga mahasiswa dapat menunjukkan kemampuan melalui karya dan implementasi yang relevan dengan bidang Bisnis Digital.
Masukan berikutnya disampaikan oleh PT Varian Media Citra, yang menekankan pentingnya mendefinisikan secara jelas apa yang dimaksud dengan “kebutuhan industri”. Definisi tersebut perlu dikonstruksi secara tepat agar kurikulum tidak hanya merespons kebutuhan industri saat ini, tetapi juga mampu mengantisipasi transformasi bisnis global yang terus berkembang. Hal ini menjadi penting agar kompetensi lulusan tetap relevan dan tidak cepat tertinggal oleh perubahan teknologi maupun model bisnis.
Sementara itu, Komunitas Temu Karya Creative and IT mengusulkan penguatan aspek kreativitas dan desain dalam kurikulum melalui penambahan materi atau mata kuliah yang berkaitan dengan UI/UX Design dan Creative Design. Kompetensi tersebut dinilai penting untuk memperkuat kemampuan mahasiswa dalam menghasilkan produk digital yang tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga memiliki tampilan visual, pengalaman pengguna, dan nilai kreatif yang baik.
Berbagai masukan tersebut menunjukkan bahwa proses penyusunan kurikulum S1 Bisnis Digital UBHM dilakukan secara terbuka dan melibatkan perspektif dari berbagai pemangku kepentingan. Bedah kurikulum dan uji publik menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa kurikulum yang dikembangkan tidak hanya sesuai dengan visi dan misi perguruan tinggi, tetapi juga memiliki keterkaitan yang kuat dengan kebutuhan dunia kerja, perkembangan teknologi, serta tantangan bisnis di masa mendatang.
Melalui kegiatan ini, Program Studi S1 Bisnis Digital UBHM Madiun berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki pemahaman akademik mengenai bisnis dan teknologi, tetapi juga memiliki technopreneurial mindset, kemampuan analisis data, penguasaan teknologi digital, kreativitas, kemampuan komunikasi, serta kesiapan untuk beradaptasi dengan perubahan industri. Kurikulum yang terus disempurnakan diharapkan mampu menjadi fondasi dalam membentuk lulusan yang dapat berkontribusi sebagai entrepreneur, profesional di industri, maupun talenta digital yang mampu menciptakan inovasi dan memberikan nilai tambah bagi organisasi maupun masyarakat.
Bedah dan Uji Publik Kurikulum S1 Bisnis Digital UBHM pada akhirnya bukan sekadar kegiatan untuk meninjau daftar mata kuliah, tetapi menjadi bagian dari proses membangun arah pendidikan yang lebih responsif terhadap perkembangan zaman. Dengan melibatkan akademisi, pemerintah, dunia industri, dan komunitas, Program Studi S1 Bisnis Digital UBHM Madiun terus berupaya memastikan bahwa kurikulum yang dikembangkan mampu menjawab kebutuhan saat ini sekaligus mempersiapkan mahasiswa menghadapi perubahan dunia bisnis dan teknologi di masa depan.