Umum

Jembatani Budaya, BHM Language Forum (BLF) Gelar Talk Show Interaktif Bersama Volunteer Peace Corps Asal AS

Tim Humas
· 2 mnt baca· 11 dilihat
Jembatani Budaya, BHM Language Forum (BLF) Gelar Talk Show Interaktif Bersama Volunteer Peace Corps Asal AS

Madiun, 23 Mei 2026 – Dalam upaya memperluas wawasan lintas budaya sekaligus memperkuat tata kelola internal organisasi, seluruh jajaran anggota Organisasi Mahasiswa BHM Language Forum (BLF) menghadiri Talk Show eksklusif dengan tema "Bridging Cultures and Smart Organizations".


Acara yang diinisiasi oleh BLF ini menghadirkan pembicara utama Makenna Ritenour, seorang sukarelawan Peace Corps asal Amerika Serikat yang saat ini tengah mendedikasikan dirinya sebagai guru bahasa Inggris di SMAN 3 Ponorogo.

Sebagai organisasi yang bergerak di bidang kebahasaan, kehadiran Makenna menjadi momentum berharga bagi anggota BLF untuk berinteraksi langsung dengan native speaker sekaligus menggali pengalaman internasional.


Makenna Ritenour, yang merupakan alumni School of Education dari University of Virginia (UVA), membagikan kisah inspiratifnya saat masih di bangku perkuliahan. Ia menceritakan bagaimana dirinya menempa mental dan kemandirian dengan menyeimbangkan waktu antara kuliah pendidikan dasar (Elementary Education) dan bekerja paruh waktu hingga 35 jam per minggu di Bodo's Bagels.

Menurutnya, pengalaman tersebut sangat membentuk kemampuannya dalam berorganisasi dan beradaptasi, termasuk saat ia memutuskan pindah ke Indonesia pada September 2024 untuk mengabdi di bawah naungan Peace Corps.

"Kuliah dan organisasi adalah tempat terbaik untuk membangun identitas diri, belajar tentang profesionalisme, kemandirian, serta bagaimana cara menghargai komunitas di sekitar kita," ujar Makenna.


Memasuki sesi diskusi, suasana tampak hidup dan interaktif. Anggota BLF memanfaatkan kesempatan ini untuk menggali tips mengenai Smart Organization bagaimana mengelola organisasi mahasiswa agar tetap solid, adaptif, dan memiliki manajemen waktu yang cerdas di tengah kesibukan akademik. Selain itu, diskusi mengenai pertukaran budaya (cultural exchange) juga menjadi topik hangat yang dikupas bersama.

Ketua BLF menyampaikan bahwa talk show ini diharapkan dapat memicu semangat baru bagi seluruh pengurus dan anggota BLF dalam menjalankan program kerja ke depan dengan perspektif yang lebih global.

Berita Terkait